Time flies dan gue nggak ada kekuatan untuk memperlambat waktu, memberhentikan waktu, apalagi mengembalikan waktu. Seandainya gue punyapun, gue juga enggak akan bisa merubah nasib dan takdir hidup gue, misalnya gue pengen sahabat gue selalu sama gue, selalu main bareng, sekolah bareng, kuliah bareng, nikah bareng....... sayangnya nggak mungkin, kecuali dapet suami sama. Amit-amit.
Semakin kita bertambah dewasa pun gue ngerasa kalau lingkaran perteman kita semakin mengecil, ya nggak sih?
Seinget gue, dulu temen SD gue itu banyak banget, satu sekolah udah kayak nggak ada jenjang umurnya, semua main bareng. Nggak ada yang namanya senioritas, ya mana adalah, anak kecil mana tau apa-apa, dan itu yang membuat gue ingin lagi kembali ke masa-masa SD.
dannn mengingat kembali..
Setelah kita pisah sama temen-temen.
Kita akan kehilangan beberapa kontak teman kita, nggak lagi tahu perkembangan kehidupannya, apakah udah menggapai cita-citanya atau belum, dan kita kebanyakan nggak peduli, karna mereka udah nggak ada dikehidupan kita yang sekarang. Merekapun juga begitu.
Gue dulu punya sahabat SD, sekarang gue nggak tahu dia sekolah dimana, mungkin dulu gue pernah tahu tapi udah lupa, dan inilah yang terjadi, ketika orang itu udah nggak ada lagi dikehidupan lo, lo sedikit demi sedikit mengikis kenangan yang pernah terjadi antara lo dan dia, tapi gue masih inget ulang tahun dia, tapi udah nggak pernah ucapin karna udah lost contact, dan inilah yang terjadi kesekiankalinya ketika lo dan temen lo udah pisah. Gue merasa bersalah, seharusnya gue nggak ngelupain dia, mungkin aja dia sampe sekarang masih inget gue. Sekarang, gue cuman berdoa aja supaya dia sukses dimanapun dia berada.
Walaupun memang terkadang berat kehilangan teman disaat kita harus pisah, mungkin karna beda sekolah, beda pekerjaan, ataupun udah menempuh hidup masing-masing, nggak bisa dipungkiri, cita-cita orang beda-beda, lo sama temen lo, cita-citanya pasti beda, kecuali kebetulan, walaupun sama juga nggak mungkin dia selalu ngikutin lo kemana-mana, dia punya caranya sendiri untuk menggapai cita-cita dia. Tapi gue yakin ini merupakan siklus normal yang akan semua manusia hadapin. Hidup akan membawa lo dan mempertemukan lo kepada orang-orang yang lebih sejalan dikehidupan lo.
Teman yang pergi dan teman yang datang itu sih hal biasa.
Tapi, gue pernah baca satu quote yang menurut gue, sangat wow amazing fabulous.
"Mereka yang bertahan setelah sekian lama adalah teman sejati yang memang layak kamu jaga"
dan akhirnya, gue sadar.
Gue beruntung punya mereka. Mereka yang bertahan untuk seorang seperti gue, yang membuat gue mengambil keputusan yang benar, yang membuat gue seperti punya keluarga kedua, yang membuat gue yakin kalau gue masih disayang Tuhan, karna pada kenyataannya, mereka nggak ada yang satu sekolah sama gue, lain kota pula, kita jarang ketemu. Gue punya temen disini, mereka punya temen disana, disekolah kita masing-masing. Gue seneng sama temen gue disini, mereka juga, tapi nggak membuat gue lupa kalau gue masih ada sahabat diluar sana, yang selalu inget sama ulang tahun gue, yang selalu nanya lagi apa kalau lagi nggak ada kerjaan, yang akhir-akhir ini curhat-curhatan mau kuliah kemana, dan lagi-lagi saling beda arah, gue cuman bisa berdoa semoga kalian sukses dan gue juga.
Punya teman sejati itu seperti disayang Tuhan dua puluh kali lipat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar